Senin, 12 November 2012

Tempat ibadah

Di Penang dengan mudah dapat dijumpai beraneka macam tempat ibadah dari berbagai agama dan kepercayaan.Setiap tempat ibadah memiliki ciri khasnya masing-masing dengan keindahan arsitektural yang berbeda pula. Silahkan lihat di bawah ini foto-foto dari beberapa tempat ibadah yang terdapat di Penang.

Kuil Hindu yang terdapat di puncak Penang Hill

Salah satu mesjid yang terdapat di Penang
 
Gereja Katolik Penang yang berusia 200 tahun

Kek Lok Si Temple


Patung Buddha di dalam Thai Buddha Temple

Patung Buddha di dalam Burmese Buddha Temple
 
Tangga menuju klenteng di Khoo Kongsi

Rabu, 07 November 2012

Kuliner

Kuliner merupakan salah satu daya tarik utama bagi para pelancong yang berkunjung ke Penang, apalagi yang gemar makan enak seperti saya. Di Penang dapat dengan mudah kita temukan berbagai penjaja makanan, mulai dari kelas pinggir jalan (street hawker) sampai dengan kelas restoran yang mahal. Makanan khas Penang yang terkenal diantaranya char kwee teow (kwetiau kalo kata orang Jakarta), nasi kandar yang merupakan makanan khas warga keturunan India dan aneka kue basah seperti kue apong, onde-onde, dan sebagainya.


Harga makanan kelas pinggir jalan ini relatif murah. Misalnya seporsi kweetiauw goreng hanya dihargai RM 10, lalu teh tarik hanya RM 3 dan seterusnya. Walau harga murah, ngga berarti rasanya ngga keruan. Justru itu yang hebat dari Penang, makanan murah tapi rasa oke banget. Pokoknya sipp banget dah ah!

Menikmati jajanan di pinggir jalan

Salah satu pedagang street hawker


Jajaran pedagang di Jalan Pulau TikusKuliner

Pedagang kue apong, salah satu kue khas Penang.


Pedagang nasi Kandar yang tersohor di Penang, Line Clear.





Bukit Bendera (Penang Hill)

Bukit BenderaBukit Bendera atau Penang Hill adalah satu-satunya bukit yang terdapat di Pulau Penang. Tempat ini sekaligus merupakan titik tertinggi di Penang dan merupakan tempat terbaik untuk mendapatkan pemandangan kota Georgetown dan Selat Malaka. Udara dipuncak bukit ini juga relatif lebih nyaman dan sejuk di banding udara di Georgetown yang lumayan lembab dan bikin orang keringetan.


Gimana caranya kalau mau ke Bukit Bendera ini? Kita bisa naik taksi atau bus ke sana, lalu di kaki bukit beli tiket funicular (semacam kereta khusus untuk mendaki bukit yang jalannya doyong ke depan seperti pohon kena badai). Antrian untuk beli tiket lumayan panjang, bisa sekitar setengah jam. Harga tiket sendiri RM 30 / orang untuk perjalan pergi pulang, dan lama perjalanan sekitar 8 - 10 menit. Setibanya di atas, selain bisa menikmati pemandangan indah (apalagi kalau malam, hmmm...), ber-narsis ria (foto-foto, maksudnya) kita juga bisa bersantai di salah satu kedai makan yang terdapat di puncak bukit. Selain itu di sana juga terdapat kuil Hindu.

Usai membeli tiket di kaki Bukit Bendera

Furnicular menuju puncak Bukit Bendera

Di dalam funicular
 
Stasiun funicular

Pemandangan dari puncak Bukit Bendera




Bukit Bendera

Rabu, 31 Oktober 2012

Penang Island

Pagi di Penang, Malaysia.

Umumnya orang mengenal Penang sebagai pusat wisata kuliner dan juga pusat perawatan kesehatan yang berkualitas dengan harga terjangkau. Namun tak banyak yang mengetahui bahwa Penang - bersama dengan Malaka - telah ditetapkan oleh Unesco sebagai Heritage Site karena di pulau ini banyak terdapat peninggalan bersejarah yang terawat dengan baik. Hal ini lah yang mendorong kami untuk berkunjung ke Penang.

Tiba di stasiun Butterworth
Petualangan kami dimulai dengan menaiki kereta malam Senandung Mutiara SM 22 dari KL menuju Butterworth, kota di pantai barat Malaysia yang berada tepat di seberang Pulau Penang. Kedua kota yang dipisahkan oleh laut ini dihubungkan oleh jembatan Penang Bridge yang merupakan jembatan terpanjang di Asia Tenggara dan juga oleh ferry yang beroperasi sejak pagi hingga larut malam. Bagi penumpang kereta api, cara terbaik untuk menuju Penang adalah dengan menaiki ferry karena selain harganya murah (MYR 1,20 per orang), lokasi terminal ferry ini juga hanya beberapa langkah dari stasiun kereta api Butterworth. Selain itu ferry berangkat hampir setengah jam sekali sehingga calon penumpang tak perlu menunggu lama. Yang menarik adalah, hanya para penumpang dari Butterworth menuju Pinang yang harus membayar tiket ferry, sedangkan penumpang dari Penang menuju Butterworth tak perlu membayar sesenpun. Maka kalau Anda berniat berniat wisata daytrip di Penang dan kembali ke KL dengan kereta malam dari Butterworth, tak perlu membayar lagi saat menaiki ferry dari Penang. Hemat kan?


Penang dilihat dari ferry

Jembatan Penang dari kejauhanPenang Island

Ikuti "petualangan" kami menjelajah Penang di halaman-halaman berikutnya!